Anies Teken Pergub Izinkan UKM di Rumah

setiawan

  • *****
  • 31
  • +0/-0
    • Lihat Profil
Anies Teken Pergub Izinkan UKM di Rumah
« pada: Mei 03, 2018, 06:38:02 PM »

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menerbitkan peraturan gubernur (pergub) yang mengatur pemberian izin Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dalam Pergub Nomor 30 Tahun 2018 tersebut juga diatur kegiatan usaha yang dilakukan di rumah.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pergub tersebut ditandatangani oleh Gubernur Anies Rasyid Baswedan sebelum melakukan kunjungan kerja ke Los Angeles, Amerika Serikat. "Kita showcase minggu depan. Sabar saja. Tapi pergubnya alhamdulilah sudah ditandatangani oleh Pak Anies sebelum dia pergi ke Amerika," ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Menurut Sandiaga, izin untuk usaha rumahan akan diterbitkan oleh kelurahan. Namun, ia mengakui banyak kelurahan masih belum siap melaksanakan pergub baru ini. Oleh karena itu, pergub itu akan mulai disosialisasikan ke kelurahan-kelurahan di DKI. "Banyak kelurahan yang belum siap mulai," ujar dia.

Ada beberapa hal yang diatur dalam pergub tersebut, di antaranya, jumlah karyawan hingga luas lahan yang digunakan untuk aktivitas usaha. Dalam pasal 3 ayat b disebutkan, pergub tersebut mengatur UKM yang berbentuk badan usaha dan nonbadan usaha/perorangan berlokasi di daerah dan merupakan UKM binaan perangkat daerah sesuai bidang usahanya.

Pergub tersebut juga mengatur UKM yang melakukan kegiatan usaha di lokasi usaha menetap atau berkeliling. Lokasi usaha menetap memiliki tempat kegiatan berbentuk bangunan permanen/semipermanen dengan batasan luas lantai paling luas 100 m2 (seratus meter persegi) dan lokasi usaha berkeliling hanya melaksanakan aktivitas usahanya di lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai peraturan perundang-undangan. Diatur pula UKM sebagai kegiatan aksesori penunjang kegiatan utama, yang melakukan usaha di rumah paling luas 30 meter persegi atau 20 persen dari luas kavling.

Adapun kriteria modal UKM untuk memperoleh izin UKM adalah memiliki modal usaha maksimal di luar tanah dan bangunan Rp 500 juta dengan omzet maksimal Rp 2,5 miliar (dua miliar lima ratus juta rupiah) dan memiliki jumlah tenaga kerja maksimal 19 orang. Izin diberikan sesuai dengan bidang usaha dan kegiatan usahanya.

Salah satu lokasi yang diizinkan bagi UKM adalah yang melakukan kegiatan usaha produksi dan/atau perdagangan barang/jasa sebagai kegiatan aksesori pada kegiatan utama rumah sesuai dengan zona atau subzona perumahan. Menurut Sandiaga, jika industri rumahan tidak diatur, akan menimbulkan kesemrawutan di Jakarta.

Pergub tersebut juga merupakan upaya untuk mendukung program One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE). Sandi menginginkan UKM di DKI dapat tumbuh menjadi perusahaan besar.

"Akan masuk sebagai usaha pertama dari UKM tersebut dan ini kita dorong diperbolehkan untuk udaha di rumah sendiri. Kita tau Apple, Nike, Microsoft, semua juga mulainya dari rumah," ucapnya.

Sandi menambahkan, saat ini sudah terdapat 31.600 orang yang mendaftar OK OCE untuk mendapat bantuan usaha. Program OK OCE dinilai dapat menanggulangi pengangguran yang menjadi salah satu permasalah di Jakarta.

"Harapan saya tahun pertama target 40 ribu ini akan kita pecahkan dan saya pernah janji juga Insya Allah bisa kita beri apresiasi bagi pendaftar ke-40 ribu," tuturnya.