Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Topik - retado

Halaman: [1]
1
Kerajinan / Cara memanfaatkan kain perca untuk dijadikan kerajinan tangan
« pada: Maret 22, 2017, 11:29:23 AM »
Kain perca berbeda dari kain flanel. Jika kain flanel merupakan kain baru yang bisa dibeli di toko-toko, kain perca tidak. Kain perca ialah kain sisa yang biasa didapat dari konveksi ataupun penjahit-penjahit rumahan. Jadi, kain perca sering pula disebut kain sisa dari pembuatan pakaian-pakaian. Lantas, siapa bilang jika kain ini tak berguna?

Kamu salah besar! Potongan kain-kain kecil yang dibuang oleh pemiliknya karena dianggap sebagai sampah sisa pembuatan pakaian ini, ternyata bisa dibuat aneka kerajinan tangan yang memiliki nilai jual. Modal sedikit, untung lumayan, siapa yang menolak? Kreasi dari kain perca sendiri merupakan gabungan dari seni tradisional dan juga seni modern. Lho kok bisa? Bisa dilihat dari hasil kerajinan yang dihasilkan. Tak hanya punya nilai jual, tapi hasil olahan kain perca sering pula dinilai unik dan artistik. Gimana caranya dan bisa jadi apa aja? Yuk simak!

1. Bros bunga asal kain perca ini bisa membuat kamu nampak luar biasa

Buat kamu para hijabers yang tak pernah absen mengenakan bros pada setiap penampilan, tak ada salahnya kan kalau sekali -kali kamu buat bros sendiri. Tak lagi beli, serta bebas berkreasi hingga tak akan pernah ada yang menyamai. Walau kamu bilang tak jago dalam hal jahit menjahit, percayalah kali ini tak akan ribet sama sekali.

Alat dan bahan :

- kain perca katun
- gunting
- jarum pentul
- jarum jahit
- benang
- kancing
- peniti bros

Cara membuat :

a. Gunting kain perca membentuk kotak, ukurannya kira-kira 5cm sebanyak 10 lembar
b. Kemudian, potongan perca tadi dilipat menjadi dua dalam bentuk segitiga. Lalu, tiap sudut bawahnya dilipat ke atas.
c. Selanjutnya, lipatan kain perca tersebut ditusuk dengan jarum pentul agar bentuknya tidak berubah. Guntinglah ujung lipatannya
d. Lipatan perca terus ditusuk, hingga terangkai 10 lipatan perca
e. Lalu, matikan ikatannya hingga lipatan perca pertama bertemu dengan lipatan perca terakhir yang dirangkai. Tinggal kamu rapikan, diberi kancing tengahnya dan peniti bros di belakangnya. Selamat mengenakan~

2. Tak melulu jadi aksesori, perca bisa dikreasikan menjadi boneka. Sebagai kado pun sah-sah saja

Kini, yang namanya boneka tak hanya identik dengan anak-anak saja. Buat orang dewasa, boneka bisa menjadi pajangan kamar atau ruang tamu. Jika ingin memberi hadiah boneka dari kain perca ini, kamu bisa membuatnya sesuai karakter yang kamu ingini. Tak usah pergi mencari dengan harga tinggi, kamu bisa kok membuatnya dengan berkreasi sesuka hati.

Alat dan bahan :

- Referensi gambar yang diinginkan (bisa kamu buat sendiri, ataupun mencarinya dari buku dan internet)
- Flanel warna warni sebagai bahan tambahan penghias
- Kain perca
- Lem lilin
- Dakron
- Tembak lilin
- Jarum pentul
- Pensil, penghapus dan spidol
- Gunting untuk memotong

Cara membuat :

a. Setelah alat dan bahan lengkap, buatlah pola kepalanya terlebih dahulu, baru kemudian tangan dan baju diatas kertas HVS dan gunting sesuai pola yang akan dibuat
b. Gunakan pola yang telah kamu buat tadi untuk dicetak pada kain flanel atau pun pada kain percanya yang kemudian langsung digunting
c. Setelah semua pola jadi, jahitlah sesuai dengan bentuknya. Untuk menjahit, kamu tak harus menggunakan mesin jahit kok. Bisa kamu jahit dengan menggunakan tangan, asal hasil jahitannya rata, supaya hasil rapi dan bagus.
d. Setelah selesai menjahit antara pola kepala dan tangan, kini isilah dengan dakron secukupnya.
e. Jahit kembali setelah bagian kepala dan bagian tangan diisi dakron
f. Gabungkan dengan baju yang telah kamu buat
g. Untuk bagian kepalanya, jangan lupa untuk kamu pasang alis mata dan bibir juga hidungnya ya.. Pastikan kamu h. menempel segala aksesori panca indra setelah bagian kepala di isi dakron.
i. Untuk boneka perempuan, kamu bisa menggunakan media rambutnya dari kain perca yang bertekstur jatuh dengan menggunting nya menyerupai rambut.

3. Tak hanya jadi aksesori dan hiasan saja, kain perca bisa jadi barang yang sangat berguna. Seperti keset misalnya.


Kreasi yang satu ini sangat bermanfaat. Selain bisa mengurangi limbah kain, bisa menjaga ruanganmu tetap bersih juga. Apalagi kalau kamu bosan dengan motif atau gambar keset yang itu-itu saja, kamu bebas berkarya semaunya. Yuk ah, nunggu apalagi.

Alat dan bahan :

Kain sisa/perca
Kain furing sebagai pelapis
Kain yang agak tebal sebagai alas motif
Benang
Gunting
Mesin Jahit

Cara membuat :

a. Bentuk kotak kain perca dengan ukuran 10 x 10 cm. (Ukuran bisa ditambah atau dikurangi sesuai keinginan)

b. Lipat diagonal kain tersebut sehingga membentuk segitiga. Kemudian, lipat ke bawah kedua ujung segitiga itu, dan lipat kembali kedua ujung sampingnya

c. Akan lebih baik jika setelah kain selesai dilipat, diberi sedikit jahitan dibagian tengah agar bentuk lipatannya tidak berubah. Tapi, kalau kamu memilih menjahit sambil melipat, hal ini tidak perlu dilakukan.

d. Selanjutnya, kini waktunya membuat alas sesuai bentuk yang kamu inginkan. Bisa bulat, oval, kotak, bintang atau apapun. Alas ini terdiri dari kain tipis dibagian bawah sebagai furing, dan kain agak tebal dibagian atasnya. Jahit kedua bagian tersebut terlebih dulu.

e. Kemudian, gabungkan kain perca dan alasnya. Letakkan kain di atas alas dan jahit mengikuti bentuk alas. Tadaaa keset pun siap digunakan!

4. Karena tas yang dibuat sendiri akan berbeda dengan yang beredar di pasaran. Masa iya kamu mau nolak untuk belajar menciptakan?

Terlepas dari sering berpergian atau tidak, setiap orang pasti butuh yang namanya tas. Siapa yang tak bangga jika tas yang dipakainya hanya satu-satunya alias tak ada yang menyamai? Terlebih tas itu dia buat sendiri. Modal utama pembuatan tas kain perca ialah teliti dan kreatif saja. Siapapun pasti bisa. Nggak percaya?

Alat dan bahan :

- Kain perca secukupnya, minimal 1×1 meter
- Kain kapas secukupnya
- Benang
- Jarum pentul
- Sisa kain dengan warna lain atau bisa diganti kain flanel dan kain-kain lainnya
- Resleting

a. Gunting kain dengan bentuk sesuai selera, kain kapasnya juga yaa…samakan semua dengan kain luaran tas
Kemudian, satukan kain luaran dan kain untuk dalam yang akan membuat kesan tas sedikit lebih kaku. Bisa menggunakan kain khusus yang biasa untuk bungkus souvenir atau kain kapas yang tebal, yang sebelumnya sudah disetrika lebih dahulu dengan kain luaran untuk menyatukannya.

b. Mulai hiaslah dengan kain flanel, atau kain bekas lain yang mempunyai warna menyala. Bentuk seperti bunga.

c. Kemudian satukan dengan dijahit. Disinilah saatnya kamu berkreasi dengan jahitan sesukamu. Benangnya pun bisa dipakai yang tidak sesuai dengan warnanya, untuk menambah motif.

d. Jika kamu punya kain untuk dalaman jas, bisa ditambahkan. Selain bisa dipakai untuk tempat handphone, bolpoint, dan peralatan lainnya, ini juga bisa melindungi tas kamu saat terkena air. Meski tidak sepenuhkan kering, karena bahannya sendiri kan dari kain. Hihiii

e. Jangan lupa tambahkan tali sebelum kamu mengenakannya yaa…

5. Siapa sangka kalau kain sisa bisa jadi penghangat badan? Hayo jadi apa? Yap, selimut jawabannya!


Di musim penghujan seperti ini, kehadiran selimut begitu diperlukan. Tak harus mahal, asal kamu nyaman dan fungsi menghangatkannya kamu dapatkan bagi sekujur badan. Apa salahnya menggunakan kain-kain sisa? Yuk silahkan dicoba! Kamu bisa kreasikan warna dan gambar sesukamu, tinggal pilih aja motif dan warna pada kain sisa, hihii….

Alat dan bahan :

- Gunting
- Benang
- Jarum jahit
- Kain perca sesuai ukuran selimut yang akan dibuat
- Dakron sebagai lapisan

Cara membuat :

a. Bentuk pola selimut yang ingin kamu buat

b. Sambung tiap bagian dengan cara dijelujur di bagian dalam, kemudian di jahit ulang dengan tikam jejak di bagian luarnya.

c. Potong dakron 1-2 cm lebih lebar dari bahan selimut di atas, dan potong kain lapisan bagian dalam lebih lebar 3-5 cm dari potongan dakron

d. Kemudian lipat kain lapisan dalam ke bagian atas selimut, hingga dakron tertutupi. Jahitlah dengan tangan, kecil kecil aja ya, jaraknya. Jahit mengelilingi selimut.

e. Selimut siap menghangatkan tubuhmu dan pasangan (kalau sudah punya pasangan halal :P)
Jadi, mau buat yang mana duluan???

Nah, banyak banget kan pilihannya? Jadi mau bikin yang mana dulu nih?

Sumber: Hipwee

2
Kerajinan / Yuk, Buat Sarung Bantal Cantik Sendiri!
« pada: Maret 22, 2017, 11:08:27 AM »
RumahCom – Apakah Anda senang melihat sarung bantal yang warna – warni di sofa? Selain memberikan rasa nyaman, sarung bantal di sofa juga bisa menjadi elemen pendukung keindahan dekorasi interior rumah Anda.

Selama ini sarung bantal terbuat dari jenis kain linen, katun, atau perca dengan corak yang beragam. Mulai dari corak bunga, hewan, boneka, dan masih banyak lagi.

Namun taukah Anda, bahwa sarung bantal bisa dibuat menggunakan quilt modern?

Quilt modern merupakan bentukan baru dari seni quilt tradisional. Cara membuat sarung bantal dengan quilt modern sebenarnya sudah ada sepanjang abad 20. Tiitik perbedaan quilt modern dengan cara lainnya, terlihat dari teknik pengerjaan, alat bantu, dan sepsifikasi kain.

Selain itu, perbedaan juga terlihat jelas dari penggunaan warna dan motid yang tegas, kesederhanaan, penempatan potongan kain yang tak lazim, penerapan area kosong yang luas, hingga pola jahit tindas yang tak teratur.

Untuk mendapatkan sarung bantal quilt modern ini, Anda bisa membelinya di toko-toko furnitur. Tapi, berita bahagianya adalah, ternyata Anda bisa membuat sarung bantal quilt modern ini sendiri.

Dilansir dari Chicagonow.com, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan quilt modern, hanya 45 menit.

Selain Anda bisa memilih corak dengan sesuka hati, Anda juga bisa berkreasi menata padukan dekorasi interior rumah Anda. Yuk, simak tutorial berikut!

Siapkan sejumlah kain linen dengan motif yang berbeda

Anda bisa membeli kain linen bercorak sebanyak dua atau tiga kain pada toko kain yang bisa dijual meteran. Ketiga kain tersebut dibagi untuk dijadikan kain utama atau dasar, tepian atas kain,dan kombinasi kain utama.

Ukuran kain linen utama biasanya sepanjang 27 inci atau 68,58cm. Dan untuk kain kedua yang digunakan untuk tepian atas, Anda membutuhkan sekitar 9 inci atau 22,86cm. Sedangkan untuk kain kombinasi disesuaikan dengan keinginan motif yang hendak Anda buat. Dalam artikel ini anggaplah kain ketiga memiliki ukuran lebih kecil yakni 2 inci atau 5,08cm.

Panaskan bagian tepi dan sisi utama kain

Sebelum dijahit untuk digabungkan, ada baiknya Anda memanaskan bagian tepi dan sisi utama dari kain menggunakan setrika baju. Mengingat, bahan linen ini tidak sukar untuk disetrika, Anda tidak perlu berlama-lama, cukup 2-3 menit.

Jahit sementara bagian-bagian sambungan kain

Agar hasil jahitan rapi, sebelum kain dijahit menggunakan mesin, Anda bisa menjahit menggunakan jenis tusuk jelujur (tusuk sementara)yang dimulai dari kanan ke kiri.

Jahit menggunakan mesin jahit

Setelah bagian tepi kain gabungan sudah merekat dengan tusuk jelujur, Anda bisa langsung menjahitnya menggunakan mesih jahit. Pada saat dijahit, sedikit saran agar tidak bergeser, Anda bisa menjepitkan tepi kain menggunakan penjepit pakaian.

Dan lakukan ini untuk kedua sisi dan untuk bagian belakang kain. Mengapa? Karena sarung bantal nanti akan dilipat dari sisi kain belakang.

Lubangi tempat kancing

Setelah bagian tepi kain sudah dijahit, Anda bisa mencoba membentuk sarung bantal dengan membungkus busa bantal.

Nanti Anda akan mudah mengetahui di mana letak kancing perekat. Kemudian, setelah mengetahui letak lubang kancing, Anda bisa membuat lubang tempat kancing.

Lebarnya disesuaikan dengan diameter kancing yang Anda punya. Lalu, gunting hingga bolong. Setelah itu, bagian sisi lubang dijahit menggunakan tusuk pipih.

Dan, lihatlah hasilnya! Sarung bantal quilt modern sudah jadi dan siap digunakan. Berikut kreasi sarung bantal quilt modern cantik yang bisa Anda aplikasikan di rumah:



Sumber: Rumah.com

3
Pakaian Wanita / Quilting, Kerajinan Kain Perca Yang Berharga Mahal
« pada: Maret 14, 2017, 11:38:41 AM »
Ketika suami dipindahtugaskan ke kota atau negara lain, perempuan seringkali harus mengalah dan meninggalkan pekerjaannya sendiri demi mengikuti sang suami. Banyak perempuan yang lantas memilih menjadi ibu rumah tangga, namun tak sedikit pula yang mencoba membangun karir baru. Menekuni hobi baru adalah pilihan Nisa Hariadi. Ketika mendampingi sang suami yang bertugas di Dallas, Texas, AS, pada tahun 1994, lulusan Politeknik ITB ini berkenalan dengan quilt.

Quilting adalah seni menggabung-gabungkan kain dengan ukuran dan potongan tertentu untuk membentuk motif-motif yang unik. Potongan-potongan kain tersebut lalu ditindas dengan jahitan model jelujur yang ukurannya harus sama jika dilihat dari sisi manapun. Karena prinsip mengerjakannya dengan tangan, boleh dibilang karya yang satu tidak akan sama persis dengan karya yang lain. Nisa pun mempelajari teknik pengerjaan quilt. Dari teknik patchwork, dimana kain dipotong-potong dengan bentuk geometri, misalnya segiempat atau segitiga, dengan ukuran yang sama. Potongan-potongan berbentuk geometri ini lalu dijahit satu sama lain hingga menghasilkan suatu pola.

Teknik selanjutnya adalah appliqué. Pada teknik ini potongan-potongan kain dapat dibentuk menjadi gambar seperti binatang, bunga-bungaan, rumah, anak Jepang, dan lain sebagainya. Teknik terakhir adalah paper piecing, dimana kain perca yang sudah dialasi kertas di belakangnya, dilapis lagi dengan kain, lalu kain tersebut dijahit dengan lapisan teratas. Kertas itu lalu dibuang sedikit-sedikit ketika semua bagian sudah disatukan.

Merasa tertarik dengan seni yang berasal dari kebudayaan bangsa Amish ini, Nisa berusaha mencari tahu bagaimana cara membuatnya. Bersama beberapa rekannya di sana, ia mulai mengumpulkan perlengkapan membuat quilt, termasuk buku-buku teknik membuat quilt.

Dari Texas, sang suami dipindahkan ke Rumbai, Pekanbaru. Ternyata, salah satu kegiatan yang diadakan kalangan ekspatriat di perusahaan sang suami adalah kursus quilting. Tanpa pikir panjang, Nisa pun mengikuti kursus tersebut. Ditugaskannya kembali sang suami ke Amerika pada tahun 1999-2002 memberi kesempatan pada Nisa untuk terus meningkatkan keahliannya. Minatnya tak pernah surut, sehingga wanita yang kini berusia 40 tahun ini bertekad untuk lebih serius menekuni kerajinan ini. Berbagai buku dan peralatan khusus untuk quilt diburunya. Kembali ke Pekanbaru, Nisa sudah berani mengajarkan quilt dalam acara kumpul ibu-ibu.

Mulai berbisnis

Tahun 2004, dari Pekanbaru wanita asal Bandung ini pindah ke Jakarta. Namun meskipun sudah menguasai seni quilting, dan sudah menjadi pengajar untuk kalangan dekatnya, Nisa tidak langsung terpikir untuk berbisnis. Hasil karyanya hanya dipajang saja di rumahnya. Padahal quilt dalam bentuk wall hanging saja sudah mencapai 50 pattern.

Peluang berbisnis datang tanpa disengaja. Saat itu Nisa sedang bertandang ke rumah sahabatnya, yang juga telah memiliki wall hanging karyanya. Lalu datang seorang tamu ke rumah sahabat Nisa, dan tercengang melihat hiasan dinding yang indah tersebut. Tamu yang ternyata staf sebuah kedutaan asing tersebut lalu menawarkan Nisa untuk mengikuti pameran Women International Club. "Padahal, untuk bisa mengikuti pameran semacam itu biasanya harus mengikuti proses seleksi. Saya beruntung karena tidak perlu mengikuti berbagai prosedur biasanya," kata Nisa.

Tahun 2005, untuk pertama kalinya Nisa berpameran di acara berskala besar seperti WIC, yang saat itu digelar di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan. "Dari pameran itu, saya banyak berkenalan dengan orang-orang dari kedutaan asing. Dari mereka saya jadi tahu bagaimana cara mengikuti pameran-pameran yang lain," ujar Nisa. Yang jelas, ia juga mulai mendapatkan pembeli dan pelanggan, dari dalam dan luar negeri.

Hingga kini, Nisa sudah berpartisipasi di berbagai pameran seperti Inacraft, La Femme, Indocraft, ANZA (Australian and New Zealand Embassy Bazaar), AWA (American Women Association Bazaar), IWA (Indian Women Association Bazaar), dan klab-klab kedutaan lainnya.

Banyak ekspatriat yang membeli quilt karya Nisa, karena harganya yang jauh lebih murah daripada di Amerika. Di sana, harga sepotong selimut bisa mencapai 10.000 dollar, sedangkan harga selimut Nisa "hanya" Rp 3,5 juta (ukuran besar) atau Rp 2 juta – Rp 2,5 juta (ukuran single, dan tergantung motif). Berbagai bentuk quilt lain yang dibuat Nisa antara lain wall hanging (Rp 1,5 juta), sajadah dan tasnya (Rp 850.000), juga taplak, sarung bantal sofa, korden, hingga cover sofa.

Harga yang mahal ini, menurut Nisa, tentunya karena quilt adalah suatu seni yang dikerjakan tangan. Membayar sekian juta untuk selimut artinya membayar keahlian perajinnya. Harga tersebut tentu sudah termasuk penggunaan bahan-bahan berkualitas, seperti benang khusus quilt yang masih diimpor. "Kalau benang jahit biasa kurang kuat. Jahitannya gampang brodol," seru ibu dua anak ini. Karena tingkat kesulitan pembuatannya yang tinggi itulah, Nisa juga tidak memproduksi quilt secara massal. Dalam sebulan, ia hanya menghasilkan empat potong selimut. Ia dibantu oleh sejumlah karyawan untuk memenuhi pesanan quilt berbagai bentuk.

Nisa juga tidak menaikkan harga barang ketika mengikuti pameran. "Itulah yang kadang membuat bisnis kolaps, karena harga saat pameran dibuat lebih mahal," papar Nisa, yang kini omzet-nya mencapai Rp 50 juta sebulan.

Di antara pelanggan tetap Nisa itu, adalah Elfianty, sang sahabat yang mempertemukannya dengan staf kedutaan asing dulu. Sebelum mengoleksi karya Nisa, Elfi mengaku sudah sering melihat quilt di pasaran. "Tapi kalau beli di luar enggak ada yang bagus. Punya Nisa kan bagus-bagus, warna dan motifnya banyak variasi," puji Elfi, yang sudah mempunyai empat sajadah, dan empat wall hanging untuk seluruh anggota keluarganya. Ia sendiri mengaku awalnya juga ingin belajar membuat quilt pada sahabatnya itu. "Tapi saya orangnya enggak sabaran. Akhirnya kalau peserta yang lain sibuk menjahit, saya malah pindah baca koran di depan rumah," ujar Elfi sambil tertawa geli.

Elfi berusaha merawat koleksi quilt-nya sesuai instruksi dari Nisa. Quilt sebaiknya hanya dicuci setahun sekali. Mencucinya pun hanya boleh dengan shampo bayi. "Kalau pakai sabun deterjen, terlalu keras. Jahitannya bisa cepat rusak," ujar Nisa. Setelah dikeringkan, selimut atau barang-barang quilt yang lain disimpan dengan tas dari bahan belacu.

Nisa kini sudah mampu menciptakan appliqué sendiri. Misalnya saja, ia melihat gambar ayam yang bagus pada perangkat cangkir dan teko. Gambar itu lalu difoto, di-scan, dan dijadikannya motif appliqué. Keahlian seperti ini menjadi modalnya sebagai quilt specialist, dan karena itu Nisa membedakan posisinya sebagai pengajar dan sebagai pelaku bisnis quilt. Pattern-pattern yang lebih rumit dan jumlahnya ribuan, serta motif temuannya sendiri, tidak dimasukkan dalam "kurikulum" kursusnya. Nisa hanya akan mengajarkan bila ada peserta (biasanya yang sudah ada di tingkat Advance) yang ingin mencoba membuatnya. Kelak, jika rajin berlatih peserta ini tentunya juga mampu menciptakan motif appliqué sendiri.

Karena itulah, meskipun para perajin quilt belajar dari sumber yang sama, masing-masing pasti memiliki kelebihan tersendiri. Hal ini tentu kembali pada prinsip quilting seperti telah disebut di awal tulisan: karena quilting dikerjakan dengan tangan, tak ada karya perajin yang mirip satu sama lain. Pembeli tinggal memilih mana yang sesuai dengan seleranya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Quilting, Anda bisa membaca tentang teori dan teknik cara pembuatan kerajinan Quilting secara lebih lengkap melalui buku-buku dibawah ini:

Jika Anda berminat memiliki buku-buku tersebut, Anda bisa melakukan pembelian secara online melalui situs toko buku online terkemuka dan terpercaya di Indonesia yang direkomendasikan melalui link / tautan judul buku-buku tersebut.

Sumber: kotabumi-lampura.blogspot.co.id

Halaman: [1]