Tulisan Terbaru

Halaman: 1 2 [3] 4 5 ... 10
21
Berita / News / Sekolah Harus Latih Siswa Cara Berwirausaha
« Tulisan terakhir oleh flair666 pada September 02, 2017, 03:03:52 PM »
WE Online, Denpasar - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Pribadi Setyanto mengatakan bahwa anak-anak yang duduk di bangku sekolah Menengah pertama dan atas (SMP dan SMA) hendaknya diajarkan wirausaha sejak dini untuk melatih kepekaan terhadap bidang tersebut.

"Pihak sekolah harus melatih siswa-siswi di sekolah melakukan berbagai jenis bidang usaha agar mereka mengenal jenis usaha itu," kata Pribadi Setyanto di Denpasar, Selasa (16/6/2015).

Ia mengatakan, pihak sekolah dapat memberikan semacam kurikulum yang dikemas dalam ektrakulikuler yang dapat diikuti oleh para siswa, kegiatan tersebut dapat dijalankan oleh siswa bersangkutan di luar jam belajar. "Para siswa akan memiliki aktivitas yang positif jika mendapatkan ektrakulikuler yang sifatnya positif pula, salah satunya dengan mengajarkan siswa untuk berwirausaha," ujar Pribadi Setyanto.

Pribadi Setyanto mengatakan, para siswa sebenarnya memiliki niat yang tinggi untuk menjadi pengusaha, namun, terkendala pendidik dan lahan belajar dalam bidang usaha tersebut.

"Selama ini saya mengembangkan suatu program dimana program tersebut mendidik dan mengajarkan generasi muda bisa berlatih untuk berwirausaha, mereka memiliki antusias yang tinggi dengan program-program yang kami miliki, sampai-sampai kami harus membatasi jumlah peserta," ungkap dia.

Ia mengkritisi minimnya jumlah pengusaha di Indonesia yang kurang dari dua persen, fenomena itu menunjukan bahwa niat orang Indonesia untuk menjalani bidang wirausaha masih sangat minim.

"Anak muda Indonesia mesti sadar bahwa peluang dunia wirausaha masih sangat terbuka lebar, mereka harus melihat hal ini sebagai peluang yang menjanjikan," imbuhnya.

Pribadi Setyanto yang juga Manager Student Affairs and Development Center Indonesia ini menambahkan, Indonesia perlu meniru negara-negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, dimana sebagian besar penduduknya bergerak sebagai pengusaha.

"Negara Tiongkok memiliki penduduk yang hampir 50 persen lebih berprofesi sebagai pengusaha dari kelas kecil sampai kelas paling tinggi, begitu juga Amerika Serikat, bidang wirausaha di negara itu mengalami pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya," demikian Pribadi Setyanto. (Ant)

Sumber: Warta Ekonomi
22
Kegiatan / Re:Pameran e2eCommerce Indonesia 2017: Siap Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital I
« Tulisan terakhir oleh jualminyakargan pada Agustus 29, 2017, 07:14:07 PM »
Wah kayaknya bagus nih kalau bisa hadir kedalam pameran ini...
Saya pengen tau nih sama e-commerce yang lebih mendetail dari orang-orang yang ahli wkwk
23
Berita / News / Re:DPR Dorong UMKM Manfaatkan KUR
« Tulisan terakhir oleh jualminyakargan pada Agustus 29, 2017, 07:05:26 PM »
Wah semoga saja modal usaha ini bisa membantu pihak UMKM untuk membuat dan mengmbangkan bisnis mereka...
Sehingga bisa menjadi pengusaha yang suskses nantinya...
24
Restoran / Re:Mau Pempek?
« Tulisan terakhir oleh cateringjkt pada Agustus 08, 2017, 05:46:28 PM »
Wah pempek, kayaknya enak nih nyobain pempek wkwkwk
Saya terakhir nyobain pempek tuh pas lagi ada acara nikahan temen, soalnya cateringnya nyediain pempek wkwkwk
25
Berita / News / Pemkot Bandung Buat Kredit 'Mesra' Masjid
« Tulisan terakhir oleh setiawan pada Agustus 06, 2017, 09:34:56 PM »
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung dalam waktu dekat akan melahirkan inovasi baru yaitu Kredit Masjid Sejahtera (Mesra). Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kredit untuk masjid tersebut akan disalurkan pekan ini.

"Dalam waktu seminggu ini kita akan melahirkan inovasi baru, yaitu kredit yang disalurkan lewat masjid namanya Mesra," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Hotel Savoy Homan, Kamis petang (3/8).

Emil mengatakan, program kredit yang disalurkan melalui Dewan Keluarga Masjid (DKM) itu ditunjukkan untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Jadi, kepada warga yang kurang mampu, sekarang jika butuh bantuan keuangan buat usaha bisa mendatangi masjid.

"Nanti DKM masjid bekerja sama dengan BPR Kota Bandung untuk melakukan mekanisme penyaluran keuangannya dalam bentuk koperasi di masjid," kata Emil.

Menurut Emil, sekitar 4.000 masjid di Kota Bandung akan menjadi penyalur kredit dalam program tersebut. "Nanti kita MoU dengan MUI kredit lewat masjid. Syaratnya tidak pakai bunga, tidak pakai agunan," katanya.

Untuk teknis pinjaman dalam program itu, kata dia, akan terlebih dulu dibicarakan dengan MUI dan BPR. Program kredit mesra ini berbasis sosial, artinya warga harus melakukan peminjaman dana secara berkelompok.

Selain membuat program Mesra, menurut Emil, Pemerintah Kota Bandung juga akan menghilangkan prosedur perizinan usaha bagi masyarakat yang akan berbisnis terutama bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan modal di bawah Rp 500 juta.

"Jadi bisnis di bawah Rp 500 juta tidak perlu memakai izin. Tapi lapor aja pake HP (handphone) ke Pak Wali, saya bisnis apa," katanya.

Bagi masyarakat yang akan melapor, kata dia, hanya tinggal mengunduh aplikasi "Gampil" di telepon pintarnya, kemudian mengisi formulir untuk pemberitahuan membangun usaha. Penghilangan izin tersebut, sebagai upaya pemerintah dalam melindungi pengusaha UMKM serta meningkatkan akselerasi ekonomi masyarakat Kota Bandung.

"Dalam Undang-undang usah ada registrasi, nah diterjemahkan oleh pemda lain sebagai izin, tapi saya menerjemahkan sebagai pemberitahuan," katanya.

Namun, kata dia, masyarakat yang akan memulai usahanya harus memperhatikan beberapa hal seperti masalah lingkungan hidup serta potensi gangguan terhadap warga di sekitar.Jika menemukan hal tersebut, maka Pemkot Bandung akan mengevaluasi usaha yang tengah dirintisnya.

"Nanti kami 'random cheking' apakah mikro ini merusak lingkungan, menganggu, atau gimana. Karena hasil statistik pelanggar itu hanya lima persen. Jadi saya mengambil mengambil resiko untuk akselerasi ekonomi," katanya.

Sumber: Republika

Semoga emang gak ada bunga ya
26
Makanan dan Minuman / Re:disini tempat makan enak, nyaman dan murah di Jakarta
« Tulisan terakhir oleh cateringjkt pada Agustus 03, 2017, 06:08:09 PM »
Wah saya sampe sekaran gmasih penasaran banget sama nasi goreng kebun sirih nih...
Katanya sih emang porsi, harga sama rasanya lumayan hehe
27
Makanan dan Minuman / Re:Menikmati Soto Terpopuler di Semarang
« Tulisan terakhir oleh cateringjkt pada Agustus 03, 2017, 05:53:16 PM »
Wah saya udah lama banget ga makan soto, terakhir makan soto pas ada stand soto ayam pas kondangan temen karena cateringnya nyediain begituan  ::)

Kapan-kapan kalau ke Semarang mau nyobain ini ah, udah gitu harganya juga kelihatannya terjangkau sih :3
28
Berita / News / Asosiasi Dukung Pelaku UMKM Go Online
« Tulisan terakhir oleh setiawan pada Agustus 01, 2017, 07:03:30 PM »


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah meminta para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan dagangannya lewat internet atau go online. Pasalnya penjualan lewat online seperti e-commerce berpotensi besar di Indonesia.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun pun mendukung hal itu. "Bagus saja. Kita dukung, kan e-commerce itu salah satu channel untuk pasarkan produk dengan murah," ujarnya kepada Republika, Selasa (1/8).

Hanya saja menurutnya, perlu ada proses yang harus ditopang. Pemerintah diminta pula melakukan beberapa insentif untuk mendukung UMKM Go Online.

Di antaranya, kata Ikhsan, dengan menyediakan website gratis bagi pelaku UMKM. "Lalu, kalau pemerintah memang menyuruh go online maka jangan lagi dikenakan pajak," tegasnya.

Ikhsan menambahkan, pemerintah juga memberi kepastian hukum bila ada permasalahan dalam transaksi online. "Kalau bisa ada perlindungan hukum juga untuk UMKM, untuk atasi misal terjadi penipuan. Kita mungkin bisa kerja sama dengan Gojek atau Grabbike kan satu mata rantai," jelasnya.

Pemerintah, katanya, perlu melihat juga apakah UMKM butuh pendampingan untuk Go Online. Hal itu karena tidak semua UMKM bisa menggunakan teknologi.

"Kita perlu ajarkan, bagaimana cara proses ordernya, lalu bagaimana deliver, distribusikan pengirimannya. Dengan begitu tujuan pemerintah bisa tercapai," kata Ikhsan.

Ia menambahkan, pendampingan bisa dilakukan oleh Akumindo atau para pelaku usaha yang bisa membina UMKM yang ingin Go Online.

Dirinya menyebutkan, kini tren UMKM Go Online sudah mulai naik meski tidak signifikan. "Sudah sekitar 20 persen UMKM yang sudah Go Online," tambahnya. Ia menyatakan, jumlah tersebut bisa terus bertambah tergantung kebijakan pemerintah.
29
Hobi / Re:MERAUP UNTUNG BUDIDAYA BELUT
« Tulisan terakhir oleh retado pada Juli 27, 2017, 05:17:36 PM »
Wah selain budidaya lele, belut juga menjanjinkan sih kalau menurut saya...
Apalagi sampai sekarang memang masih ada yang mengkonsumsi belut...
30
Berita / News / Re:PT KAI Buka Gerai UMKM di Stasiun Gambir
« Tulisan terakhir oleh retado pada Juli 27, 2017, 05:14:29 PM »
Wah saya penasaran sama UMKM yang ada di Stasiun Gambir ini...
Bisa ditambahin foto bentuk UMKMnya kayak gimana ga ya? Saya juga udah lama banget ga mampir ke Gambir hehe
Halaman: 1 2 [3] 4 5 ... 10